Dalam sehari semalam kita kerap menyebut perkataan 'Bismillah'. Semua di antara kita sudah tahu apa maknanya, yaitu 'Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang'.
Begitulah makna ayat al-Quran yang paling popular. Begitulah juga hebatnya Allah mengasihi makhluk yang dicipta-Nya.
Malah, golongan yang mengingkari-Nya pun masih dibenarkan tinggal di bumi-Nya. Mereka yang durhaka kepada-Nya pun masih diberi kesempatan menghirup udara-Nya, bahkan kadangkala rezeki makin bertambah.
Walaupun begitu, sudah banyak kita mendapat nikmat daripada-Nya tetapi jarang memberikan waktu untuk menghitungnya jauh sekali untuk membalasnya.
Setiap hari rasanya kita tidak terlepas meluangkan masa untuk mengambil sarapan karena menganggap ia sangat penting.
Tetapi kenapa kita tidak sempat menggunakan beberapa menit untuk bersama memikirkan sifat ar-Rahman dan ar-Rahim Allah, sebagai vitamin sebelum bekerja atau menunaikan tugas harian?
Coba tanya hati sanubari kita, apakah nikmat yang sudah kita dapat sepanjang hari semalam?
Kita boleh tidur dengan nyenyak, rumah kita selamat daripada pencuri, keluarga&saudara ceria, kita sendiri bahagia dan sebagainya. Tetapi pernahkah kita rasakan itu adalah rahmat Allah atau dalam kata lain pernahkah kita bersyukur?
Itulah tandanya kasih sayang Allah dan selepas kita mendapat kasih sayang Allah pernahkah kita tebar dan sebarkan itu semua kepada makhluk Allah yang lain?
Sudahkah kita sayangi ummi abi kita sebagaimana kasih sayang yang kita dapat daripada Allah itu? Kepada anak kita, teman,saudara, dan rekan sepejabat kita, bagaimana?
Sebenarnya antara tugas kita di bumi ini untuk berkasih sayang tanpa memandang ras, warna kulit, bangsa dan agama, parti politik bahkan juga kepada binatang, tumbuhan dan alam sekitar.
Dalam satu hadis Rasulullah pernah bersabda yang maksudnya: "Orang yang bersifat pengasih akan dikasihi Allah Yang Maha Pengasih. Hendaklah kamu mengasihi makhluk di bumi, maka kamu akan dikasihi penduduk langit."
Kepada mereka yang durhaka kita patut melihat dengan penuh belas kasihan sebab kesalahannya adalah kesusahan baginya.
Mereka perlu didekati untuk ditegur dengan baik bukannya kasar supaya orang durhaka itu diselamatkan daripada murka Allah.
Golongan yang pengasih bersifat seperti di bawah ini:
Di mana ada benci, biar kita yang membalas dengan sayang.
Di mana ada hati yang terluka, di situ kita yang menjadi penghiburnya.
Di mana ada keraguan, di situ kita yang meyakinkan.
Di mana ada putus asa, di situ kita menebarkan harapan.
Di mana ada kesedihan, di situ kitalah yang memberikan kebahagiaan.
Di mana ada kegelapan, di situlah kita yang membawa cahaya.
Selagi kita mau membantu dan mengasihi kita, selagi itu kita mendapat 'geran' kekayaan daripada Allah yang Maha Mengasihi.
TransLator
Category
- AkhLak (5)
- iLmu (9)
- Inspirasi Mujha (8)
- MusLimah (3)
- Puisi (8)
- Renungan (8)
- Sunnah Nabi (3)
Link's WI
Situs menarik
TinggaLkan pesan Anda,,,^^
Limpahkan kasih Sayang
Posted by
Ummu Najihah
at
6:44 AM
0
comments
Labels: Sunnah Nabi
Pesan Nabi shalallahu’alaihi wassalam sebelum tidur
Perkara Sebelum Tidur( Tafsir Haqqi )
Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam berpesan kepada Aisyah Radhiyallahu anhu : "Ya Aisyah jangan engkau tidur
sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur'an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridhoi kamu,
4. Sebelum kau melaksanakan haji dan umroh....
"Bertanya Aisyah :
"Ya Rasulullah..Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara
seketika?"
Rasul tersenyum dan bersabda : "Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas
tigakali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an.
Bismillaahirrohmaan irrohiim,
Qulhualloohu ahad' Alloohushshomad' lam yalid walam yuulad' walam yakul
lahuu kufuwan ahad' ( 3 x )
Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua
akan memberi syafaat di hari kiamat.
Bismillaahirrohmaan irrohiim, Alloohumma shollii 'alaa Muhammad wa'alaa aalii Muhammad ( 3 x )
Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu.
Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum
wa atuubu ilaih ( 3 x )
Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka
seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh"
Bismillaahirrohmaan irrohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha
illalloohu alloohu akbar(3 x )
Sekian untuk ingatan kita bersama.
* Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Muslim yang
lain.Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang
yang mengajarnya meskipun dia sudah mati..
Posted by
Ummu Najihah
at
2:21 AM
0
comments
Labels: AkhLak
Samudra Kasih Ibu
Ku tahu, doamu tak perna berhenti mengalir dari bibirmu,
doa kasih sayang untuk kami semua anak-anakmu.
Berapa banyak doa yang telah kau ucapkan sejak kami masih dalam kendungan,
hinggah kami lahir, tumbuh dewasa.
Betapa banyak keringat yang menetes dari tubuhmu dalam merawat kami,
mendidik dan membesarkan.
Kau gelisah di saat kami sakit, kau bahagia sehat kami sehat,
kau terlalu banyak berkorban untuk segala hal,
Ibu, aku masih merasakan hangatnya pelukanmu saat aku
dalam keadaan sedih dan takut. Aku bisa merasakan detak jantungmu,
wajahmu yang teduh dan belaian lembut tanganmu saat menyentuh rambutku.
Dulu saat aku belum mengerti
acapkali aku membuatmu kecewa dan menangis.
Aku sering tidak taat padamu,
padahal dari rahimmu aku dilahirkan di dunia ini
Betapa banyaknya dosaku padamu,
betapa banyaknya salahku padamu, Ibu.
Ibu, maafkanlah anakmu
jasamu tidak akan bisa aku balas,
Aku mencintaimu dan Ayah karena Allah .
Aku tahu, kau wanita yang baik,
bukan saja bagi anak-anakmu tapi juga bagi orang lain dan tetangga sekitarmu.
Aku ingin seperti engkau, sabar dalam mendidik anak-anakmu,
sabar dalam menghadapi cobaan dan sabar dalam menghadapai orang yang menzhalimimu.Ibu, engkau memang wanita istimewa.
Samudra kasihmu begitu luas, dan tak mungkin
dapat kuuraikan lewat tulisan ini.
Ibu, semoga ridha Allah selalu bersamamu
Read More......
Posted by
Ummu Najihah
at
3:21 AM
0
comments
Labels: Renungan
POHON APEL & ANAK LELAKI
bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya
hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang
daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian
pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi
bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi
pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,"
pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak
lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk
membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau
boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang
untuk membeli mainan kegemaranmu. "
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada
dipohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak
pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya
datang. "Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk
keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau
menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang
semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.
Kemudian, anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu
dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak
lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel
itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa
sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi denganku." kata
pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang.Aku
ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk
pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan
menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan
bersenang-senanglah ."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal
yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui
pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf, anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi
untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." jawab
anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." kata pohon
apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.Yang
tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." kata pohon
apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki. "Aku hanya
membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama
meninggalkanmu. "
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik
untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan
akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat
gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua
kita.Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika
kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.
Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan
apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin
berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu,
tetapi kadang begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang
terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan
berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada
kita.
Posted by
Ummu Najihah
at
2:58 AM
0
comments
Labels: Renungan
Meraih Simpati Tetangga
Banyak cara dan kiat untuk menjadi tetangga terbaik dan mendapatkan simpati dan cinta para tetangga, serta merasakan tulus dan mulianya kasih sayang dari mereka. Diantara kiat-kiat yang paling utama dan sangat dianjurkan oleh islam adalah sebagai beriku :
1. Tidak Menyakiti dan Murah Hati. Tidak salah lagi bahwa menyakiti tetangga adalah perbuatan yang diharamkan dan termasuk dosa-dosa besar yang wajib untuk dijauhi. Rasulullahs shalallahu’alaihi wassalam bersabda,
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah Subhanahu wata’ala dan hari Akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangga.” (Muttafaq’alaih)
Sedangkan islam mengajarkan umatnya agar senantiasa bersikap murah hati terhadap para tetangga dan memuliakannya. Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda , ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya.” (Muttafaq’alaih)
2. Memulai Salam
3. Bermuka Ceria
Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam mengatakan, “Janganlah kamu menghina/ meremehkan sedikit pun dari kebaikan, walaupun hanya bertemu dengan saudaramu dengan muka berseri-seri.” (Riwayat Muslim)
4. Menolong Saat dalam Kesulitan
5. Memaafkan Kesalahan
6. Menesehati dengan lemah lembut
Seorang muslim yang baik ketika ia tahu tetangganya berbuat maksiat adalah menesehatinya dengan lemah lembut, dan mengajaknya kembali ke jalan Allah Subhanahu wata’ala, memotivasinya agar berbuat baik, dan memperingatkan dari kejahatan, serta mendo’akannya tanpa sepengetahuannya.
7. Menutup Aib
8. Saling menziarahi dan Mengunjungi
9. Bersikap Ramah
Inilah beberapa kiat syar’i untuk meraih simpati para tetangga, menjaga dan menjalin kasih sayang dengan mereka
Sumber : Majalah Elfata
Posted by
Ummu Najihah
at
2:29 AM
0
comments
Labels: AkhLak
KeLender...^^
My Facebook,,, ^^
Mujha's Friends_^
-
Penantian Berakhir (1)9 months ago
-
Pantun cinta yang begitu romantis12 years ago
-
Tentang Ayahmu dan Ayahku14 years ago
-
Sang Penghafal Qur'an14 years ago
-
Sirah..15 years ago
-
Kontak Person15 years ago
-
Hijrah Ku,......15 years ago
-
-
Kaki pincang yang menghantarkan ke syurga15 years ago